Senin, 21 Desember 2015

Cerita dia.

kamu yang hadir disaat mereka sama - sama butuh kaca untuk saling didengar.

kamu yang tadinya berupaya untuk sangat baik (mungkin) namun dibuat canggung oleh ulahnya.

kamu yang dapat membuat senyum tulusnya kembali tersungging tanpa perlu berfikir tentang air mata yang sudah lama tertanam.

kamu, kenapa memutuskan untuk pergi begitu cepat.

kamu, maaf jika membawa mu terlibat dalam ketidaksengajaan ini yang semestinya kamu dan dia hanya berbagi tanpa dia perlu memberi rasa pada setiap cerita.


Melemah

Ibu jari yang mencoba merangkai satu demi satu kalimat kemudian dihapusnya kembali.

Dua sampai tiga kali selama lebih dari 10 menit terus terulang.

Ingin meneruskan atau berhenti?

Hei tenang, ini bukan perkara hanya iya atau tidak.

Hei kamu, dia bukan robot yang terus berstamina jika daya nya selalu kau isi penuh. 

Hei kamu, dia bukan boneka biarpun lunglai namun dapat terus berfungsi jika kamu merawatnya. 

Hei kamu, ibarat sebuah karton tebal yang kau coret dan kau hapus lagi dan terus seperti itu, apa bisa dia kembali tanpa cacat walau dihapus dengan hati-hati?

Tentu saja tidak.






Minggu, 20 Desember 2015

Mereka

Batu dan air kemudian akan retak 

Karet dan minyak kemudian akan memuai 

Kertas dan penghapus kemudian akan kusam 

Kayu dan api kemudan akan hancur 

Air dan minyak tidak pernah bisa bercampur dengan seirama 


Kamis, 25 Juni 2015

Dia datang lagi!

Lagi dan lagi sebuah kalimat dari budha "you not a tree" kembali melenggang.

Oh tidak! 

Ini ada yang salah dengan diri saya atau saya berdiri ditempat orang lain yang tentunya bukan milik saya. 

Bagaimana? 

Kembali bangun dan melangkah ke lain jalur atau ... 

Entahlah, saya terlalu tidak bersyukur sepertinya akan ini! 

Goodbye or goodluck? 

And what should i do?! 

Rabu, 03 Juni 2015

Kaki Kita

Tidak melihat ke belakang 
Hanya melangkah ke depan 

Kaki kita ... 

Mengucap Bismillah :)

Sabtu, 21 Februari 2015

Letters from Juliet

“What” and “If” are two words as non-threatening as words can be. But put them together side-by-side and they have the power to haunt you for the rest of your life: 
What if? What if? What if? I don’t know how your story ended but if what you felt then was true love, then it’s never too late. If it was true then, why wouldn’t it be true now? You need only the courage to follow your heart. I don’t know what a love like Juliet’s feels like – love to leave loved ones for, love to cross oceans for but I’d like to believe if I ever were to feel it, that I will have the courage to seize it. And, Claire, if you didn’t, I hope one day that you will. 

All my love, 
Juliet

Source : letters to Juliets 

Sabtu, 24 Januari 2015

....

Meminta izin namun lebih ke arah ingin dituruti! 

Bukan merasa sudah dewasa dan tidak butuh dituntun lagi. 

Lebih dari itu, hanya ingin tidak ditambahkan beban yang makin memberatkan. 

Maaf, bukan ingin menjadi durhaka
Hanya ingin sedikit pengertian dan rasa hati yang lebih besar :)

Jumat, 23 Januari 2015

Kami

Sahabat atau sekedar teman?

Entahlah apa namanya..

Dari mulai awal bertemu, bersenda gurau, kemudian kembali mencari sesuatu yang baru.. dan baru lagi.

Kami berbagi untuk segala sesuatu dari mulai yang baik sampai yang tidak baik sekalipun.

Menjalin suatu kebersamaan, bisa disebut pertemanan itu tidak melulu tentang berbagi kebaikan dan tawa, jauh dari itu ada sesuatu tentang bagaimana kita berjalan diatas proses menuju kearah yang lebih baik dengan cela'an, sindiran, nasihat, omelan, bahkan makian sekalipun.

Terima kasih geng bacot :')