Kamis, 29 Desember 2011

abaikan saja.

sebenarnya tidak acuh.
kita saja yang mendesak itu menjadi sesuatu yang dekat dan kian tidak samar.

sebenarnya terlalu tinggi.
kita saja yang mendesak semua menjadi semakin singkat dan kian tidak berjarak.

apalah..!

apapun.
tetap kita yang membuat semua menjadi banjir hasrat dan emosi yang kian menenggelamkan.

sudahlah..
abaikan saja..

nanti kelak juga akan tergerus dengan memori baru selanjutnya.

sudahlah..
abaikan saja..
risaukan yang samar..
teruskan saja jalan yang sudah ada..