Jumat, 19 Oktober 2012

Raba

Mereka bilang jangan melihat kebelakang, karena apapun yang ada dibelakang pasti akan kembali menyulitkan jika yang melihat sulit kuat.

Bagaimana kalau bukan hanya yang dibelakang yang akan menyulitkan, namun terkadang di depanpun bisa menjatuhkan. Percaya?

Disana selalu terjun lebih dulu ke garis waktu paling depan, dan nyatanya? selalu terjatuh dengan lubang maupun kubangan yang dia buat sendiri dan dia rancang sedemikian rupa.

Kalian tau kenapa?
Mungkin karena terlalu jauh melihat ke depan juga akan menyesatkanmu, terlebih jika bertemu persimpangan yang tak bertanda. Siapa yang akan kau tanya? Sementara mereka masih jauh di belakangmu. Berjalan dengan alur yang wajar. Berlari dengan kecepatan semestinya. Sedangkan kamu?

Untuk apa terbang melampaui apa yang seharusnya kau lalui.
Siapa yang bisa berjalan santai, sementara yang dia fikirkan semua orang telah jauh meninggalkannya.
Siapa pula yang rela ditinggalkan, oleh kawan apalagi lawan.
Siapa yang berani meraba semua dengan kesemuan.
Siapa juga yang kuat jika melihat disana yang sakit sangat sulit bangkit.
Siapa yang bisa berfikir bersih jika semua yang didepan akan mengeruhkan.

Apa kamu percaya, berfikir itu jauh lebih baik daripada berjalan tanpa arah?
Apa kamu percaya, berjalan tanpa arah akan jauh lebih baik daripada berlari tanpa batas?
Apa kamu percaya, semua akan membuat lelah?
Lalu, kamu harus apa?
Berjalan tanpa arah ? atau Berlari tanpa batas?
ahhhh sama saja
sama sama tak bertepi, sama sama membuat semu. \

Baiklah, lupakan.